“Dengan edukasi yang tepat, perbedaan dalam penentuan awal bulan dapat disikapi secara dewasa, saling menghormati, dan tetap dalam bingkai persatuan,” ujar Arsad.

Kegiatan ini digelar secara hybrid, 30 peserta pemilik follower terbanyak akan kami undang untuk bergabung secara offline di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama Jl. MH. Thamrin No.6 Jakarta Pusat dan akan dibuka untuk 1.000 peserta dari masyarakat umum yang akan mengikuti secara daring.

Arsad berharap, para peserta dapat menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam menyebarkan literasi keislaman yang berbasis ilmu pengetahuan, sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh dan proporsional tentang penetapan awal Ramadan. (Wartabanjar.com/rilis)

Editor Restu