Usai sambutan, Gubernur H Muhidin bersama Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel mendampingi prosesi launching CoE Kota Banjarmasin bersama Walikota Banjarmasin beserta istri, Wakil Walikota Banjarmasin, Wakil Walikota Denpasar, Sekdako, serta seluruh Kepala SKPD Kota Banjarmasin.

Launching CoE Kota Banjarmasin 2026 ditandai dengan pelaksanaan ritual khas Banjar, seperti Bapalas Bumi, Batapung Tawar, dan Bapapai Mayang.

Dalam wawancara usai acara, Gubernur H Muhidin mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan launching CoE di Denpasar, Bali.

Gubernur memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarmasin yang telah menghadirkan berbagai kesenian Banjar, seperti Tari Manopeng Banyiur dan Madihin, sehingga mampu menarik perhatian pengunjung.

“Kesan yang sangat baik karena acara ini tidak terlalu formal dan membaur dengan masyarakat serta wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” ungkapnya.

Gubernur juga berharap agar promosi pariwisata Kota Banjarmasin terus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui hotel-hotel dan kawasan wisata, dengan menonjolkan ikon daerah seperti Bekantan dan Pasar Terapung.

Acara ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Bali, serta Owner Icon Mall Sanur Bali.

CoE Kota Banjarmasin berlangsung meriah dengan pembukaan penampilan Poyang, disusul berbagai seni tradisional Banjar seperti Tari Baksa Kambang, Tari Manopeng Banyiur, dan Madihin, yang berhasil menarik perhatian wisatawan untuk menyaksikan dan mengabadikan penampilan para seniman asal Banjarmasin. (Wartabanjar.com/Ran/Adpim)

Editor Restu