Sosok RN di Mata Warga Hilir Banua HST

WARTABANJAR.COM, BARABAI – Suasana duka masih terasa kuat di Desa Hilir Banua, Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah. Di tengah permukiman rumah kayu yang berdempetan, nama RN (35) kini kerap dibicarakan pelan oleh warga.

Pria yang merupakan tetangga korban itu tengah menjalani pemeriksaan aparat sebagai terduga pelaku dalam kasus kematian pelajar berinisial AFR (13). Peristiwa tersebut mengguncang ketenangan desa yang selama ini dikenal damai.

RN tinggal bersama neneknya, hanya beberapa langkah dari rumah korban. Bagi warga sekitar, sosoknya bukan orang asing. Ia dikenal sering bekerja serabutan, membantu memetik lombok atau terong di kebun milik warga.

“Kalau disapa masih nyambung diajak bicara. Sehari-hari juga bisa ikut bekerja, ambil upah metik lombok atau terong,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (7/2/2026).

Warga juga menyebut RN memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan sempat menjalani pengobatan pada 2025. Setelah menjalani perawatan, kondisinya sempat membaik dan dapat berkomunikasi dengan cukup normal.

Suasana di Desa Hilir Banua, Kecamatan Pandawan, Sabtu (7/2/2026).(wartabanjar.com/Adew)

Namun, dalam kesehariannya, sebagian warga mengaku pernah mendengar RN marah atau mengamuk di dalam rumahnya sendiri. Suara benturan kerap terdengar, meski pintu rumah selalu tertutup.

“Kadang siang, malam, bahkan subuh juga pernah. Tapi biasanya hanya di dalam rumah,” ungkap warga lainnya.

Beberapa warga juga pernah melihat RN membawa parang atau senapan angin saat keluar rumah. Menurut mereka, benda tersebut umumnya digunakan untuk berburu burung atau keperluan berkebun.

Baca Juga :   Seorang Warga Luka Bakar Dalam Kebakaran di Simpang Warukin Tabalong

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca