Analisa Permainan
Indonesia tampil berani dengan pressing tinggi dan serangan cepat di babak pertama. Keunggulan 3-1 menunjukkan efektivitas strategi pelatih Hector Souto dalam memanfaatkan kecepatan pemain muda. Namun, di babak kedua dan extra time, stamina menjadi faktor penentu. Iran yang berpengalaman mampu menjaga ritme permainan dan memanfaatkan celah kecil di pertahanan Garuda.
Meski kalah, pencapaian Indonesia sangat berharga. Mereka menjadi negara kedua setelah Jepang (2014) yang mampu memaksa Iran bermain hingga adu penalti di final. Hal ini menunjukkan bahwa futsal Indonesia sudah berada di level kompetitif Asia.
Pelatih Hector Souto menegaskan bahwa perjuangan tim tidak sia-sia. “Kami sudah memberikan segalanya. Kekalahan ini memang menyakitkan, tetapi pencapaian ke final adalah bukti perkembangan futsal Indonesia,” ujarnya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar
