WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Di tangan akademisi yang tepat, lahan marjinal yang kering dan berbatu tak lagi menjadi tanah tak berguna. Hal tersebut dibuktikan oleh Ir. Anton Kuswoyo, S.Si., M.T., M.Pt., dosen Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), yang berhasil mengembangkan sorgum sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Tanah Laut.
Anton yang saat ini tengah merampungkan studi doktoral (S3) Ilmu Nutrisi dan Pakan di IPB University, menunjukkan langsung hasil risetnya di kebun sorgum yang berlokasi di Desa Ujung Batu, Kecamatan Pelaihari, Kamis (5/2/2026).
Bukan sekadar bertani, Anton membawa misi riset yang telah mendapat pengakuan nasional. Pada 2025 lalu, ia meraih Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalimantan Selatan berkat kajiannya mengenai pemanfaatan sorgum sebagai pakan berenergi tinggi di lahan pascatambang.
“Sorgum ini tanaman masa depan. Daya tahannya luar biasa, terutama di lahan marjinal yang kering. Bahkan di lahan yang jagung sudah tidak mampu tumbuh, sorgum masih bisa berkembang dengan sangat baik,” ujar Anton saat ditemui di sela panen sorgum.
Sebagai peneliti dengan karya ilmiah yang telah terbit di jurnal internasional bereputasi (Scopus Q2), Anton menilai sorgum bukan hanya berpotensi sebagai pakan ternak, tetapi juga solusi pangan bagi manusia.
“Biji sorgum bisa diolah menjadi beras atau tepung untuk bahan brownies dan cake. Keunggulannya rendah kalori dan bebas gluten, sangat cocok untuk gaya hidup sehat,” jelasnya.
Solusi Cepat untuk Lahan Tidur dan Pascatambang
