DETIK-DETIK MENEGANGKAN! Pesawat Philippine Airlines Gagal Lepas Landas Akibat Mesin Bermasalah
WARTABANJAR.COM, MANILA – Sebuah pesawat Philippine Airlines Airbus A330 dengan nomor registrasi RP-C8781 yang melayani penerbangan PR684 rute Manila–Doha terpaksa membatalkan lepas landas setelah mengalami gangguan serius pada mesin nomor dua saat fase awal take off.
Insiden tersebut terjadi ketika pesawat sedang melakukan akselerasi di landasan pacu. Mesin mengalami kondisi engine stall, sehingga kru kokpit segera mengambil keputusan untuk menolak lepas landas demi keselamatan penerbangan. Proses pembatalan dilakukan dengan cepat, tepat, dan sesuai prosedur standar keselamatan.
Meski rekaman video kejadian tampak dramatis dan menegangkan, pihak maskapai memastikan tidak ada penumpang maupun awak pesawat yang mengalami cedera. Situasi di bandara juga dapat dikendalikan dengan baik tanpa menimbulkan kepanikan di darat.
Engine stall atau kemacetan mesin merupakan kondisi ketika aliran udara di dalam mesin terganggu, menyebabkan proses pembakaran tidak stabil dan hilangnya daya dorong secara mendadak. Gangguan ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari masalah mekanis, distorsi aliran udara, hingga gangguan sistem bahan bakar atau pengapian, yang kerap disertai suara ledakan keras atau getaran hebat.
Dalam prosedur penerbangan, pilot selalu memantau parameter mesin secara ketat, khususnya saat lepas landas. Apabila gangguan terjadi di bawah kecepatan keputusan (V1), maka prosedur yang harus dilakukan adalah abort take off atau menolak lepas landas, sebagaimana yang dilakukan dalam insiden ini.
Pasca kejadian, pesawat dijadwalkan menjalani inspeksi menyeluruh menggunakan metode borescope untuk menilai kondisi mesin secara detail. Maskapai juga menyatakan mesin akan diganti sebelum pesawat kembali dioperasikan.
Peristiwa ini tergolong langka, namun menjadi pengingat penting bahwa keselamatan penerbangan sangat bergantung pada pelatihan awak, kepatuhan terhadap prosedur, serta kemampuan pengambilan keputusan yang tenang di bawah tekanan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad