“Dalam satu kawasan itu juga direncanakan penanaman rumput sebagai pakan ternak. Konsepnya terintegrasi,” jelas Winarto.
Selain pembangunan RPH, Komisi II DPRD Tabalong juga mendorong pembangunan Rumah Potong Unggas (RPU).
Fasilitas tersebut diharapkan dapat menampung aktivitas pemotongan unggas yang selama ini masih banyak dilakukan di pinggir sungai, sehingga berpotensi mencemari lingkungan.
“Selama ini pemotongan unggas banyak dilakukan di pinggir sungai. Ke depan, diharapkan bisa disatukan di rumah potong unggas agar lebih bersih dan tidak mencemari lingkungan,” katanya.
Winarto menambahkan, pengembangan RPH dan RPU dalam satu kawasan terpusat akan memudahkan pengawasan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi para pelaku usaha pemotongan hewan.
“Kalau terpusat, pengawasan lebih mudah. Sekaligus bisa menjadi edukasi agar para pemotong hewan memahami tata cara pemotongan yang baik dan sesuai syariat halal,” tuturnya.
Selain sektor peternakan, Komisi II DPRD Tabalong juga menyoroti sektor strategis lainnya, seperti tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan sebagai penopang ketahanan pangan daerah.
Sektor perikanan pun turut dibahas, mengingat kebutuhan ikan masyarakat Tabalong yang tergolong tinggi dan terus meningkat.(wartabanjar.com/Suhardi)
editor: nur_muhammad







