Puluhan Personel Polres Tanah Laut Terima Satya Lencana, Bukti Pengabdian Tanpa Cacat
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Loyalitas dan dedikasi personel kepolisian kembali mendapat apresiasi negara. Polres Tanah Laut menggelar Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Pengabdian bagi puluhan anggotanya yang dinilai mampu menjaga integritas dan pengabdian tanpa cela selama belasan hingga puluhan tahun.
Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Apel Mapolres Tanah Laut, Kamis (29/1/2026) pagi, dan dipimpin langsung oleh Wakapolres Tanah Laut, Kompol Andri Hutagalung, S.Ab., M.A.P., selaku Inspektur Upacara.
AKP Arif Sujarwo bertindak sebagai Perwira Upacara, sementara Ipda M. Fahmi Sanusi, S.Tr.K., M.H., mengawal jalannya prosesi sebagai Komandan Upacara.
Penghargaan Mandat Presiden
Penganugerahan Satya Lencana ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan bentuk penghargaan resmi negara yang diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 131/TK/Tahun 2025.
Tanda kehormatan tersebut menjadi bukti nyata atas kesetiaan, kecakapan, kedisiplinan, serta kemampuan personel Polri menjalankan tugas tanpa cacat moral maupun administrasi.
Adapun rincian penerima penghargaan terdiri dari:
1 personel Satya Lencana Pengabdian 32 Tahun
14 personel Satya Lencana Pengabdian 24 Tahun
2 personel Satya Lencana Pengabdian 16 Tahun
12 personel Satya Lencana Pengabdian 8 Tahun
Amanat Kapolda: Pengabdian Diuji Konsistensi Moral
Dalam amanat Kapolda Kalimantan Selatan yang dibacakan Inspektur Upacara, ditegaskan bahwa penghargaan ini merupakan simbol keteguhan hati di tengah beratnya tantangan profesi kepolisian.
“Personel Polri yang menerima tanda kehormatan hari ini telah membuktikan bahwa pengabdian sejati dibangun melalui konsistensi moral, disiplin yang kokoh, serta komitmen yang berkelanjutan,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut tetap teruji meski dihadapkan pada dinamika tugas yang semakin kompleks dan tuntutan pengabdian yang terus meningkat.
Pengabdian Tak Pernah Luput dari Catatan Sejarah
Amanat tersebut juga mengingatkan bahwa setiap dedikasi anggota kepolisian akan selalu berada dalam penilaian waktu dan rekam jejak sejarah.
“Tidak ada pengabdian yang sederhana, tidak ada ketulusan yang sia-sia, dan tidak ada kerja profesional yang luput dari penilaian waktu dan catatan sejarah,” tegasnya.