Transformasi Wisata Tanah Laut di Bawah Komando Zulpuaddin

Tidak berhenti pada pencapaian target, Dinas Pariwisata langsung tancap gas di awal tahun 2026 dengan melakukan pembenahan fasilitas di empat titik utama: Air Terjun Bajuin, Taman Minatirta, Pantai Takisung, dan primadona wisata, Pantai Batakan Baru.

Tidak berhenti pada pencapaian target, Dinas Pariwisata langsung tancap gas di awal tahun 2026 dengan melakukan pembenahan fasilitas di empat titik utama: Air Terjun Bajuin, Taman Minatirta, Pantai Takisung, dan primadona wisata, Pantai Batakan Baru.

Langkah ini dipuji sebagai upaya responsif dinas dalam meningkatkan kenyamanan pengunjung, terutama dalam mengatasi masalah genangan air yang sering dikeluhkan wisatawan.

​”Yang paling banyak dikunjungi yaitu pantai batakan baru. Ditahun 2026 ini ada pembuatan panggung permanen, kemudian pembuatan Mushola baru dan drenase untuk di pantai batakan, supaya mengurangi penggenangan air khususnya di parkir,” jelasnya lebih lanjut.

​Sebagai bentuk komitmen membangkitkan gairah wisata lokal, Dispar juga telah menjadwalkan agenda budaya berskala besar untuk menarik animo masyarakat luas.

​”Nanti juga kita adakan kembali Festival Layang-layang di pantai batakan baru pada Bulan Agustus. Itu untuk umum cuma nanti ada beberapa kelas, jadi ada kelas dandang, dandang ini ada yg khusus umum dan ada yg khusus tanah laut, dan ada layang-layang suntik ada 3 kelas lah ya insyallah doakan agar bisa banyak lagi,” tutupnya.(Wartabanjar.com/Gazali)

Editor Restu