Kuliner Legendaris Kelua Sejak 1985, Bingka Kacung Pertahankan Rasa Khas

WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Bingka kacung menjadi salah satu kuliner legendaris khas Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan yang tetap eksis hingga kini, Sabtu (24/1).

Kue tradisional ini telah diproduksi secara turun-temurun sejak 1985 di Desa Pudak Setegal, Kecamatan Kelua, dan dikenal luas karena cita rasanya yang khas serta kualitasnya yang terjaga.

Tak hanya dipasarkan secara mandiri di wilayah Tabalong, bingka kacung juga telah menembus pasar hingga Kalimantan Tengah. Bahkan, kue ini kerap dibawa sebagai oleh-oleh oleh warga Tabalong yang mudik ke Pulau Jawa, membuat aroma khas pandan bingka kacung ikut ‘menyebrang pulau’.

Baca Juga Satreskrim Polres Tanah Laut Obrak-Abrik Lokasi PETI di Desa Pemalongan

Pemilik usaha bingka kacung, Nanang Muslim, mengatakan gerai tokonya buka dari pagi hingga malam hari. Selain melayani pembeli langsung, pihaknya juga rutin mengirim pesanan ke berbagai wilayah di Tabalong dan sekitarnya.

“Usaha Bingka Kacung ini dirintis keluarga kami sejak tahun 1985. Alhamdulillah, sampai sekarang masih bertahan dan menjadi makanan legendaris yang dicari masyarakat,” ujar Nanang pada wartabanjar.com, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan, adonan bingka kacung memiliki resep dan racikan khas yang membuat rasanya berbeda dengan bingka pada umumnya. Tak heran, Bingka Kacung kerap menjadi kue terlaris di berbagai ajang pameran dan expo kuliner.