Kuliner Legendaris Kelua Sejak 1985, Bingka Kacung Pertahankan Rasa Khas

Dari segi tampilan, Bingka Kacung terlihat padat namun tidak keras. Teksturnya lembut dan mudah pecah di mulut, menghadirkan sensasi rasa yang nikmat. Kue ini dibanderol dengan harga Rp30 ribu per porsi.

Bingka Kacung dibuat dari bahan-bahan pilihan seperti telur itik, kentang, santan, pandan, dan gula merah. Seluruh bahan diaduk hingga merata, kemudian dimasak menggunakan cetakan khusus yang menghasilkan bentuk kue bingka dengan aroma pandan yang kuat dan menggugah selera.

Setiap harinya, produksi Bingka Kacung mencapai ratusan porsi. Bahkan, pada bulan Ramadan permintaan meningkat signifikan hingga mencapai 500 porsi per hari seiring tingginya pesanan dari masyarakat.

Sementara itu, Raudah Noor Habibah dari PKK Kecamatan Kelua Pokja II yang menangani bidang keterampilan dan pendidikan, menuturkan bahwa Bingka Kacung memiliki rasa yang lezat dan khas dibandingkan bingka lainnya.

“Rasanya nikmat dan berbeda, itulah yang membuat Bingka Kacung punya ciri khas sendiri,” ujarnya.

Raudah juga menambahkan bahwa selain Bingka Kacung dari Desa Pudak Setegal, Kecamatan Kelua juga memiliki kuliner bingka lainnya, yakni Bingka Bilqis yang berasal dari Desa Takulat, yang sama-sama menjadi kebanggaan kuliner lokal. (wartabanjar.com/Suhardi).

Editor Restu