WARTABANJAR.COM - Wajar saja megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo sangat bahagia hingga menangis penuh emosi seusai timnya Al Nassr menjadi juara Liga Arab Saudi musim ini.

Reaksi Cristiano Ronaldo itu terlihat saat wasit meniut peluit tanda laga Al Nassr vs Damac berakhir dan Ketika penyerahan trofi juara Liga Arab Saudi.

Kemenangan 4-1 atas Damac membuat Ronaldo seakan lepas dari tekanan besar karena Al Nassr mendapat tambahan 3 poin yang tidak mungkin dikejar oleh rival terkuatnya, Al Hilal.

Dalam laga itu, kapten Timnas Portugal itu mencetak brace alias 2 gol.

Akhirnya setelah bergabung selama 3,5 tahun, Ronaldo mampu mempersembahkan trofi juara Liga Arab Saudi untuk Al Nassr.

Baca Juga: Bawa Al Nassr Juara Liga Arab Saudi, Gaji Ronaldo Rp 80 Miliar per Minggu Belum Bonus

Baca Juga: Ronaldo Belum Pensiun di Liga Arab Saudi, Kejar 1.000 Gol Bareng Al Nassr

Selama 3,5 tahun itu pula, ia seakan hidup dalam tekanan.

Saat didatangkan, besar harapan manajemen dan suporter Al Nassr terhadap Ronaldo agar mampu membawa klub ini meraih trofi juara.

Namun, asa itu tidak kunjung terwujud.

Rekan Ronaldo di Al Nassr dan Timnas Portugal, Joao Felix mengungkapkan besarnya tekanan yang terus dialami pesepak bola berjuluk CR7 itu.

Seperti dilansir Goal, ekspektasi masif dari publik dan ambisi pribadi yang tinggi membuat Ronaldo memikul beban emosional luar biasa.

"Cristiano Ronaldo merasa sangat terbebani oleh tekanan dalam perburuan gelar Liga Arab Saudi. Ia menderita demi bisa membawa tim ini juara," ujar Joao Felix.

Ia mengatakan kondisi yang dialami Ronaldo inilah yang tidak diketahui publik.

Ditegaskan Joao Felix, dalam usia 41 tahun, Ronaldo terus berpikir dan berusaha keras agar Al Nassr selalu berada di trek menuju juara.

Bahkan, Ronaldo selalu menargetkan harus mencetak gol di setiap laga, meski hal itu tidak selalu terwujud.

"Kini dia sudah terlepas dari tekanan besar. Ronaldo berhak mendapatkan itu (trofi juara)," ucap Joao Felix.