Apalagi, Agus memiliki trah Golkar dari orang tuanya yang pernah menjabat Ketua Golkar Tabalong di masa lalu.
Melihat konfigurasi tokoh dan situasi pasca Musda, peluang besar tampaknya berada di tangan Zainal Ilmi dan Halida Noviasari untuk posisi Sekretaris dan/atau Bendahara.
Rez Noor dinilai cocok mengisi OKK atau Pemenangan Pemilu, sementara Agus Saihu berpotensi menjadi “kartu kejutan” di struktur inti kepengurusan.
Jika Fahmi Ansyari konsisten dengan semangat regenerasi, maka kepengurusan Golkar Tabalong periode 2025–2030 berpeluang besar diwarnai kolaborasi antara politisi muda dan senior.
Sebuah formulasi yang, jika dikelola dengan tepat, dapat menjadi modal penting bagi Golkar Tabalong menghadapi kontestasi politik ke depan.
Pada akhirnya, teka-teki kepengurusan ini bukan sekadar soal bagi-bagi jabatan, melainkan cerminan arah dan wajah baru Golkar Tabalong yang sudah teruji waktu. Kita tunggu ! (wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Yayu







