WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Pasca Musda XI DPD II Partai Golkar Kabupaten Tabalong yang menetapkan Fahmi Ansyari sebagai Ketua secara aklamasi, dinamika politik internal partai berlambang pohon beringin ini langsung menjadi sorotan publik.
Terpilihnya Fahmi terbilang mengejutkan dan sempat memantik diskusi hangat di kalangan politisi maupun pengamat lokal, menandai babak baru perjalanan Golkar Tabalong.
Kini, perhatian publik mulai bergeser pada satu pertanyaan krusial: siapa saja figur yang akan mengisi posisi-posisi strategis di tubuh kepengurusan Golkar Tabalong periode 2025–2030?
Fase inilah yang diyakini akan kembali menghadirkan kejutan, bahkan membuka ruang bagi nama-nama yang sebelumnya tak terlalu terlihat di barisan depan Golkar Tabalong.
Sejumlah tokoh internal Golkar mulai disebut-sebut berpeluang masuk dalam “gerbong” Fahmi Ansyari.
Setidaknya, ada beberapa figur dengan rekam jejak, loyalitas, dan kapasitas politik yang layak diperhitungkan.
Nama Zainal Ilmi, politisi senior yang kini menjabat sebagai Anggota DPRD Tabalong, menjadi salah satu figur terkuat.
Pengalaman panjang, pemahaman struktur partai, serta kredibilitasnya di internal Golkar menjadikannya kandidat ideal untuk posisi strategis seperti Sekretaris atau Bendahara.
Figur berikutnya adalah Halida Noviasari, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.
Putri mantan Bupati Tabalong, H. Anang Syakhfiani ini memang relatif baru di gelanggang politik, namun keberhasilannya menembus parlemen provinsi pada pemilu lalu menjadi bukti bahwa ia bukan sekadar “nama besar.”







