Babak Baru Golkar Tabalong: Menakar Arah Gerbong Fahmi Ansyari

Peran ini strategis dalam menjaga keseimbangan antara pengalaman dan semangat pembaruan.

Di sisi lain, muncul pula nama-nama potensial dari kalangan muda.

BACA JUGA: Tolak Beri Uang untuk Beli Miras, Warga Pemurus Luar Kena Tusuk Sajam

Muhammad Rizky Maulana, politisi muda kreatif yang sukses melenggang ke DPRD Tabalong, mencerminkan arah regenerasi yang kemungkinan besar diusung Fahmi Ansyari.

Jika benar kepengurusan kali ini didominasi figur muda, Rizky berpeluang mengisi posisi struktural lainnya.

Menarik pula mencermati sosok Agus Saihu, mantan Ketua KONI Tabalong.

Meski sebelumnya tak banyak diprediksi publik, kedekatannya dengan Ketua Terpilih menjelang Musda serta rekam jejak organisasi yang kuat membuka peluang baginya untuk mengisi salah satu dari empat posisi bergengsi: Sekretaris, Bendahara, Ketua Pemenangan Pemilu, atau Ketua OKK.

Apalagi, Agus memiliki trah Golkar dari orang tuanya yang pernah menjabat Ketua Golkar Tabalong di masa lalu.

Melihat konfigurasi tokoh dan situasi pasca Musda, peluang besar tampaknya berada di tangan Zainal Ilmi dan Halida Noviasari untuk posisi Sekretaris dan/atau Bendahara.

Rez Noor dinilai cocok mengisi OKK atau Pemenangan Pemilu, sementara Agus Saihu berpotensi menjadi “kartu kejutan” di struktur inti kepengurusan.

Jika Fahmi Ansyari konsisten dengan semangat regenerasi, maka kepengurusan Golkar Tabalong periode 2025–2030 berpeluang besar diwarnai kolaborasi antara politisi muda dan senior.

Sebuah formulasi yang, jika dikelola dengan tepat, dapat menjadi modal penting bagi Golkar Tabalong menghadapi kontestasi politik ke depan.

Pada akhirnya, teka-teki kepengurusan ini bukan sekadar soal bagi-bagi jabatan, melainkan cerminan arah dan wajah baru Golkar Tabalong yang sudah teruji waktu. Kita tunggu ! (wartabanjar.com/Suhardi)

Editor: Yayu