Masih Jadi Kendala Utama Seleksi Paskibraka Tabalong, Banyak Peserta Gugur di Tahap Awal karena Faktor ini
WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Persyaratan tinggi badan masih menjadi tantangan terbesar dalam proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Setiap tahun, banyak peserta harus tersisih sejak tahap awal karena belum memenuhi standar postur tubuh yang ditetapkan.
Kondisi tersebut kembali ditemukan pada proses seleksi Paskibraka tahun ini.
Mayoritas peserta yang gugur berasal dari tahap seleksi di tingkat sekolah karena tinggi badan belum memenuhi persyaratan, sehingga tidak dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Agama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabalong, Milawati, mengatakan standar tinggi badan nasional bagi calon Paskibraka adalah 170 sentimeter untuk putra dan 165 sentimeter untuk putri.
"Namun, untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pelajar di Tabalong, panitia menerapkan toleransi hingga lima sentimeter. Dengan demikian, batas minimal tinggi badan menjadi 165 sentimeter bagi putra dan 160 sentimeter bagi putri," ujar Milawati, Minggu (12/7/2026).
Ditambahkannya, mayoritas kendala yang dihadapi setiap tahun adalah postur tubuh.
Banyak anak-anak yang masih berada di bawah standar tinggi badan, sehingga gugur sejak tahap seleksi di sekolah.
Ia menjelaskan, proses penjaringan calon peserta dilakukan melalui kerja sama dengan guru pembina ekstrakurikuler Paskibraka di masing-masing sekolah.
BACA JUGA: Persiapan Paskibraka Tabalong, 40 Pelajar Siap Jalani Karantina Jelang HUT ke-81 RI
BACA JUGA: Bupati Tabalong Kukuhkan 40 Paskibraka Tangguh untuk Kibarkan Merah Putih di HUT RI ke-80
Para guru terlebih dahulu menyeleksi siswa yang dinilai memiliki potensi sebelum mengikuti seleksi tingkat kabupaten.
Menurut Milawati, pola seleksi tersebut membantu panitia menemukan calon peserta terbaik, namun faktor tinggi badan masih menjadi hambatan utama yang sulit dihindari.
Karena itu, ia berharap pelajar, khususnya yang masih duduk di bangku SMP dan bercita-cita menjadi anggota Paskibraka, mulai mempersiapkan diri sejak dini.
Selain menjaga pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan bergizi, siswa juga dianjurkan rutin berolahraga untuk mendukung pertumbuhan tubuh dan meningkatkan kebugaran.