WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Suasana Bandara Internasional Syamsudin Noor kini kembali berdenyut seperti sebelum pandemi. Langkah kaki penumpang yang datang dan pergi semakin rapat, deru kendaraan di area kedatangan pun kian padat. Di tengah lonjakan itulah, bandara menghadirkan sebuah layanan baru: Premium Pick-Up, jawaban atas kebutuhan penjemputan yang lebih tertib dan efisien.

Layanan ini bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan respons atas perubahan pola pergerakan penumpang dan penjemput. Setelah hampir dua tahun pascapandemi, trafik Bandara Syamsudin Noor disebut telah mendekati kondisi normal.

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengungkapkan bahwa pergerakan penumpang kini telah mencapai sekitar 94 persen dari trafik sebelum COVID-19.

“Sekarang trafik sudah merangkak naik mendekati masa sebelum COVID. Kita sudah mencapai sekitar 94 persen dari trafik normal sebelum pandemi,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Seiring meningkatnya jumlah penumpang, kepadatan di area penjemputan pun tak terelakkan. Tak sedikit kendaraan yang berhenti cukup lama di zona pick-up, padahal area tersebut dirancang untuk aktivitas singkat.

“Kami melihat ada kebutuhan penumpang yang berbeda-beda. Sebelumnya banyak penjemput parkir agak lama di area pick-up, padahal itu peruntukannya untuk cepat,” jelas Stephanus.

Berangkat dari kondisi tersebut, Premium Pick-Up dihadirkan sebagai solusi. Layanan ini menyasar penumpang dengan kebutuhan khusus, mulai dari segmen VIP, premium, hingga penumpang yang mengutamakan efisiensi waktu.

“Kami mencoba mengakomodasi itu dengan menghadirkan Premium Pick-Up. Tujuannya untuk mensegmentasikan kebutuhan pelanggan, ada yang VIP, premium, maupun reguler,” tambahnya.

Untuk menikmati layanan ini, bandara menetapkan tarif Rp50 ribu untuk 30 menit pertama. Waktu tersebut dinilai ideal bagi penjemputan cepat tanpa harus terburu-buru.

“Layanan ini ditujukan bagi mereka yang membutuhkan efisiensi waktu, biasanya antara satu hingga 30 menit,” katanya.

Dalam dua tahun terakhir, Bandara Internasional Syamsudin Noor mencatat volume penumpang tahunan di kisaran 2,5 juta hingga 3,1 juta orang. Jika dirata-rata, pergerakan harian mencapai 8.000 hingga 9.000 penumpang, bahkan melonjak hingga 10.000–11.000 orang pada periode tertentu.

Lonjakan itulah yang mendorong manajemen bandara untuk terus berbenah.