WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Munculnya wacana pemilihan kepala daerah kembali melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) menuai beragam respons.
Satu di antaranya dari mantan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Resnawan, menjadi pengalaman penting untuk membaca ulang arah demokrasi ke depan.
Rudy Resnawan bukan sekadar pengamat. Ia pernah merasakan langsung dua sistem pemilihan kepala daerah yang berbeda.
Baca Juga Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswa ULM, Adegan 5 Pelaku dan Korban Lakukan ‘Hal Terlarang’
Pada 2000, ia terpilih sebagai Wali Kota Banjarbaru melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD. Lima tahun berselang, pada 2005, ia kembali maju dan terpilih melalui pemilihan langsung oleh masyarakat.
Rudy mengatakan, sistem pemilihan melalui DPRD memiliki kelebihan dari sisi kepraktisan. Prosesnya dinilai lebih sederhana dan tidak terlalu menguras tenaga maupun biaya politik.
“Kalau dipilih lewat DPRD itu lebih simpel, tidak terlalu ribet. Yang dilobi hanya beberapa partai politik dan anggota dewan yang punya kursi dan hak suara,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).







