WARTABANJAR.COM – DI BALIK hebohnya kasus pramugari gadungan Batik Air, tersimpan kisah pilu sekaligus mengharukan tentang seorang perempuan muda bernama Khairun Nisa. Ia bukan sekadar pelaku, melainkan juga korban penipuan lowongan kerja yang merenggut tabungan dan harapannya.
Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mengungkap fakta baru bahwa Nisa sebelumnya dijanjikan bisa lolos menjadi pramugari oleh seorang oknum, dengan syarat membayar uang Rp30 juta. Uang itu ia serahkan dengan penuh keyakinan, demi satu mimpi: terbang mengabdi di dunia penerbangan.
“Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, betul pernah ditipu orang yang menawarkan bisa membantu masuk kerja sebagai pramugari. Dan diminta Rp30 juta,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta, Kompol Yandri Mono, dikutip Kamis (15/1/2026).
Alih-alih mendapatkan seragam resmi dan kontrak kerja, Nisa justru terjerat dalam situasi memalukan yang menyeret namanya ke ruang pemeriksaan. Ia sempat diamankan dan diperiksa oleh polisi, sebelum akhirnya dipulangkan ke keluarganya di Jakarta.
Polisi telah menyarankan Nisa untuk melaporkan kasus penipuan tersebut secara resmi. Namun hingga kini, ia masih mempertimbangkan langkah hukum yang akan ditempuh, di tengah kondisi emosional yang belum sepenuhnya pulih.
Saat Harapan Datang dari Arah Tak Terduga
Di saat Nisa berada di titik terendah, secercah harapan muncul dari Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Aeronef Academy, lembaga pelatihan awak kabin, menawarkan pendidikan pramugari gratis khusus untuk Nisa.
Melalui unggahan di akun Threads resmi @aeronefacademy.official, lembaga tersebut memberikan dukungan moral sekaligus membuka pintu masa depan baru bagi Nisa. Unggahan itu pun langsung menuai perhatian luas dan respons emosional dari warganet.










