Pengalaman Kanada Jadi Bekal
Herdman mengaku sudah terbiasa menghadapi situasi serupa saat melatih Timnas Kanada di turnamen di luar agenda FIFA. Ia memahami betul bahwa klub-klub Eropa kini semakin ketat melepas pemain di luar kalender resmi.
“Sekarang memang masih bisa bernegosiasi, tetapi fokus utama saya bukan di situ. Fokus saya adalah membangun kedalaman skuad,” ungkapnya.
Karena itu, Herdman memilih tak memaksakan kehadiran pemain diaspora dan justru menjadikan ASEAN Championship sebagai laboratorium pembentukan karakter Timnas Indonesia.
Target Besar: Trofi Pertama untuk Indonesia
Lebih dari sekadar turnamen regional, Herdman melihat ASEAN Championship 2026 sebagai peluang emas untuk mencetak sejarah.
“Ini kesempatan bagi pemain yang selama ini selalu menunggu. Dan ini juga peluang besar untuk mencatat sejarah pertama bagi Indonesia, meraih trofi perdana,” tandasnya.
Dengan atau tanpa diaspora, Herdman yakin Timnas Indonesia mampu tampil kompetitif. Fokus pada kekuatan kolektif, mental juang, dan kedalaman skuad menjadi senjata utama Garuda untuk menantang dominasi tim-tim Asia Tenggara.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







