Perkuat Edukasi Gizi, Desa Banua Binjai Tekan Risiko Stunting dan Kematian Ibu
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Desa Banua Binjai mengambil langkah nyata untuk mencegah masalah kesehatan ibu dan anak dengan mengintensifkan edukasi gizi bagi ibu hamil dan balita. Inisiatif ini dilakukan menyusul masih ditemukannya risiko gangguan kesehatan, mulai dari ketuban pecah dini hingga keguguran, yang erat kaitannya dengan asupan gizi dan pemahaman kesehatan keluarga.
Kamis (15/1/2026), kegiatan edukasi digelar di Gedung Posyandu Desa Banua Binjai dengan menggandeng tenaga kesehatan dari Puskesmas Barabai. Sasaran program meliputi kader Posyandu, pengurus RT, BPD, dan para ibu.
Pembakal Desa Banua Binjai, Adriansyah, menekankan bahwa pemenuhan gizi ibu hamil menjadi kunci menekan angka kematian ibu dan masalah kesehatan bayi.
“Kesehatan bayi sangat bergantung pada kondisi ibu saat hamil. Jika asupan gizinya tidak terpenuhi sejak awal, risiko masalah kesehatan bisa muncul saat persalinan hingga tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Ahli Gizi Puskesmas Barabai, Azkia Sa’ida, menekankan pentingnya masa balita sebagai fase kritis yang menentukan kualitas sumber daya manusia masa depan. Kekurangan gizi pada periode ini berpotensi memicu stunting, gangguan perkembangan otak, hingga menurunnya daya tahan tubuh anak.
Dalam pemaparannya, Azkia mengenalkan konsep “Isi Piringku” sebagai panduan gizi seimbang harian, sekaligus menekankan pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih. Ia juga mengingatkan orang tua untuk tidak memaksa anak makan, karena dapat memengaruhi psikologis dan kebiasaan makan jangka panjang.
Kegiatan juga membahas tahapan pemberian makanan sesuai usia, mulai dari ASI eksklusif, makanan lumat usia enam bulan, hingga makanan keluarga saat anak berusia satu tahun. Penambahan lemak sehat seperti santan atau minyak dianjurkan, terutama bagi balita dengan berat badan di bawah garis merah.
Melalui program ini, Pemerintah Desa Banua Binjai berharap kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang meningkat, sehingga mampu melahirkan generasi sehat dan terhindar dari stunting. Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama untuk rutin memantau tumbuh kembang ibu hamil dan balita melalui layanan Posyandu setiap bulan.(wartabanjar.com/Adew)
editor: nur_muhammad