WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Dedikasi tinggi ditunjukkan Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut dalam mengawal kebutuhan logistik warga terdampak banjir selama 15 hari terakhir.

Tepat pada hari ini, Kamis (15/1/2026), operasional dapur umum resmi diakhiri dengan catatan keberhasilan penyaluran bantuan yang mencapai angka fantastis.

Kesuksesan ini tidak terlepas dari arahan dan instruksi langsung Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, serta kendali lapangan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut, Ismail Fahmi.

Selain itu, peran Ketua TP PKK Tanah Laut, Hj.Dian Rahmat, kolaborasi masif seluruh SKPD Tala, relawan dari PMI, Orpala Tagana, Sahabat Tagana, PSM, PKH, dan Karang Taruna turut menyumbang kesuksesan ini.

Tak ketinggalan, unsur kepemudaan dari KNPI, HMI, Pramuka, serta elemen pemuda lainnya turut andil besar dalam memastikan perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak bencana berjalan maksimal, membuktikan Tanah Laut sebagai kabupaten yang mandiri dan solid.

Subkoor Perlindungan Sosial Korban Bencana Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut, Wahyu Juari Sulistiono, SST., M.I.P., mengapresiasi kerja keras seluruh elemen tersebut yang memastikan tidak ada satu pun permintaan warga yang terlewatkan sejak awal tahun.

"Terhitung sejak Kamis, 1 Januari 2026 sampai tutup hari ini Kamis 15 Januari 2026, total keseluruhan makanan yang diberikan permintaan 77.365 bungkus nasi dan terpenuhi 77.365 bungkus nasi," ujar Wahyu Juari Sulistiono saat diwawancarai melalui WhatsApp oleh Wartabanjar.com.

Komitmen Pelayanan di Empat Kecamatan

Penyaluran masif tersebut menyasar masyarakat di empat kecamatan yang terdampak banjir paling signifikan, yaitu:

  • Kecamatan Bumi Makmur
  • Kecamatan Kurau
  • Kecamatan Bati-Bati
  • Kecamatan Tambang Ulang

Wahyu menjelaskan, berdasarkan hasil rapat koordinasi, status siaga dan operasional dapur umum dicukupkan hari ini karena kondisi air di lapangan sudah mulai menurun.

Meski demikian, transisi bantuan tetap dilakukan agar warga yang wilayahnya belum sepenuhnya kering tetap terpantau melalui skema bantuan logistik baru.

"Setelah hasil rapat disepakati bahwa sudah dicukupkan dan selanjutnya akan diberi barang mentah kepada desa-desa yang masih tergenang kepada masyarakatnya karena air sudah menurun," jelasnya.