WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kabar duka datang dari mantan Wali Kota Banjarmasin periode 1984-1989, HM Effendi Ritonga. Melalui unggahan akun instagram yamin.ananda mengabarkan HM Effendi Ritonga telah meninggal dunia.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Turut berduka cita atas wafatnya Brigjen (Purn) H. M. Effendi Ritonga, Wali Kota Madya KDH Tk. II Banjarmasin periode 1984-1989.”
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal
ibadah almarhum, mengampuni segala
khilafnya, dan menempatkannya di tempat
terbaik di sisi-Nya. Aamiin ya rabbal ‘alamin.”
Informasi yang diterima wartabanjar.com, Effendi Ritonga meninggal dunia di usia 88 tahun di Jakarta, setelah mendapat perawatan di rumah sakit.
Jenazah akan disalatkan di Masjid Taman Puri Bintaro (TPB) usai salat Asar waktu setempat dan dimakamkan di Taman Makam Bahagia TNI di Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Dikutip situs resmi Pemko Banjarmasin, Brigjen TNI (Purn) M. Effendi Ritonga merupakan narasumber utama buku Sang Patriot, yang membuka lembar kehidupan Pierre Tendean selama menempuh pendidikan militer di Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD), tahun 1958-1962.
Mereka bersama-sama merasakan masa perploncoan yang paling seram sepanjang sejarah Bumi Panorama di akhir November 1958.
Mereka berbagi kamar tidur yang sama ditingkat dua saat menyandang pangkat sersan taruna.
Bahkan, pada waktu kenaikan ke tingkat 3 tahun 1961, Ser Ma Tar Effendi Ritonga dan Ser Ma Tar Pierre Tendean bersaing head to head untuk dipromosikan Direktur Atekad menjadi Komandan Resimen Korps Taruna.







