WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Memasuki hari ke sebelas, bencana banjir yang mengepung Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai menunjukkan tren penurunan debit air.
Meski perlahan menyusut, ribuan warga di enam desa masih harus berjibaku dengan sisa genangan yang melumpuhkan aktivitas sehari-hari, Minggu (11/1/2026).
Enam wilayah yang hingga kini masih terdampak meliputi Desa Bati-Bati, Pandahan, Padang, Ujung, Nusa Indah, dan Desa Benua Raya sebagai titik terparah.
Baca Juga Presiden Prabowo Sapa Warga di Jalan Trikora dari Sunroof Maung
Sebagian warga memilih bertahan di kediaman mereka yang lembap, sementara sisanya terpaksa mengandalkan posko pengungsian atau menumpang di rumah kerabat demi keamanan.
Camat Bati-Bati, Noor Hilmi, mengungkapkan bahwa penurunan permukaan air terpantau di angka sekitar 20 sentimeter. Walaupun ada kemajuan, angka tersebut dinilai belum cukup signifikan untuk mengembalikan kondisi ke sedia kala.
“Kondisi ini terus menjadi perhatian kami di tingkat kecamatan,” ujar Noor Hilmi saat meninjau Posko Ubudiyah Peduli.
Guna menjaga kelangsungan hidup para penyintas, pihak kecamatan mengaktifkan posko bantuan sebagai hub utama distribusi logistik.
Posko ini mengelola bantuan dari berbagai pihak, termasuk kontribusi dari sektor korporasi di wilayah Bati-Bati. Hilmi juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam penyaluran bantuan tersebut.
“Setiap bantuan yang kami terima dan salurkan dicatat, sehingga penanganan bantuan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
