Posko ini mengelola bantuan dari berbagai pihak, termasuk kontribusi dari sektor korporasi di wilayah Bati-Bati. Hilmi juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam penyaluran bantuan tersebut.
“Setiap bantuan yang kami terima dan salurkan dicatat, sehingga penanganan bantuan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Selain memastikan logistik aman, pihak kecamatan terus menjalin komunikasi intensif dengan unsur Forkopimcam untuk mengawal penanganan darurat agar tetap efektif di tengah ketidakpastian cuaca.
“Kami berharap curah hujan segera berkurang agar para pengungsi bisa kembali ke rumah masing-masing. Untuk warga yang mengungsi di Posko Ubudiyah Peduli, terus kami pantau dan kami lakukan koordinasi dengan pengelola posko,” katanya.
Saat ini, pusat pengungsian utama masih bertumpu pada Posko Ubudiyah Peduli. Namun, terdapat pola pengungsian mandiri yang dilakukan warga, khususnya dari Desa Benua Raya, yang lebih memilih mengamankan diri ke rumah sanak saudara di wilayah yang lebih tinggi seperti Desa Padang.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







