WARTABANJAR.COM, MAKKAH – Seorang jemaah umrah asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dilaporkan wafat saat berada di Masjidil Haram, Makkah.

Korban meninggal dunia setelah terjatuh dan terinjak-injak jemaah lain ketika berusaha mencium Hajar Aswad di tengah padatnya kerumunan.

Peristiwa tersebut terjadi saat area sekitar Ka’bah dipenuhi jemaah yang saling berdesakan. Korban dilaporkan terjatuh dan tidak mampu menyelamatkan diri di tengah padatnya massa.

Tangis sang istri pecah saat menyaksikan suaminya mengembuskan napas terakhir di Tanah Suci.

Ulama: Mencium Hajar Aswad Sunnah, Keselamatan Jiwa Wajib

Sejumlah ulama mengingatkan bahwa mencium Hajar Aswad memang merupakan amalan sunnah, namun tidak dianjurkan jika dilakukan dengan cara yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam kaidah fikih disebutkan:

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح
“Menolak mudarat didahulukan daripada mengambil maslahat.”

Selain itu, terdapat pula hadis Nabi Muhammad SAW:

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”
(HR. Ibnu Majah)

Para ulama menekankan bahwa menjaga keselamatan jiwa merupakan kewajiban yang harus diutamakan dibandingkan menjalankan amalan sunnah.

Reaksi Warganet

Peristiwa ini memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyampaikan duka cita sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan saat beribadah.

Beberapa komentar yang beredar di media sosial antara lain:

“Innalillahi wa innailaihi raji’un, semoga husnul khatimah.”

“Mencium Hajar Aswad itu sunnah, bukan wajib. Sedangkan menjaga keselamatan jiwa itu wajib.”

“Mestinya dibuat sistem seperti di Raudhah, sehingga setiap jemaah mendapat kesempatan tanpa harus berdesakan.”

Ada pula jemaah yang membagikan pengalaman pribadi saat umrah, mengaku memilih mengurungkan niat mencium Hajar Aswad demi keselamatan karena kondisi sangat padat dan minim ruang gerak.

Sebagian warganet juga menyoroti faktor kekurangan oksigen akibat padatnya kerumunan yang dinilai berisiko, terutama jika seseorang terjatuh.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaah agar selalu mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri dalam kondisi yang berpotensi membahayakan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad