WARTABANJAR.COM, MARABAHAN – Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, memberikan motivasi langsung kepada para siswa Global Islamic Boarding School (GIBS), Barito Kuala, saat menghadiri kegiatan Open Class 2026, Jumat (1/9/2025) pagi.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Highly Functioning Education Consulting Services (HAFECS) dan GIBS, dengan mengusung tema “Transparansi Belajar, Inspirasi untuk Semua.” Open Class dirancang sebagai ruang terbuka untuk menyaksikan langsung proses pembelajaran di kelas, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi, refleksi, serta berbagi praktik baik antarpelaku pendidikan.

Ketua BKOW Provinsi Kalimantan Selatan, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi, menghadiri kegiatan Open Class 2026, pada Jum’at (1/9/2025) pagi.(Wartabanjar.com/Yusnadian Noor)

Kepercayaan Diri Siswa Jadi Sorotan

Usai mengikuti jalannya pembelajaran, drg. Ellyana Trisya menilai kepercayaan diri siswa menjadi aspek paling menonjol dalam proses belajar mengajar di GIBS.

“Yang paling terlihat adalah keberanian anak-anak dalam menyampaikan pendapat, bertanya, dan menjawab. Ini menunjukkan kepercayaan diri yang sangat baik,” ujarnya.

Menurutnya, keberanian tersebut mencerminkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut untuk salah.

“Anak berani berbicara tanpa takut dihakimi. Ini pertanda lingkungan belajarnya sehat dan suportif,” lanjutnya.

Ia juga menilai, dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional, interaksi antara guru dan murid di kelas terlihat jauh lebih aktif, hidup, dan partisipatif.

Pembelajaran Terbuka Berbasis Observasi Modern

Open Class ini mengadopsi konsep pembelajaran terbuka dengan pendekatan Teaching Mastery Framework (TMF) yang diterapkan di GIBS sebagai sekolah dampingan HAFECS. Para observer, yang terdiri dari guru, siswa, serta praktisi pendidikan dari berbagai instansi, dapat menyaksikan proses belajar secara langsung.

Menariknya, observasi dilakukan dari ruangan terpisah menggunakan kaca satu arah, sehingga proses pembelajaran tetap berlangsung alami tanpa gangguan, sementara peserta dapat mengamati setiap detail interaksi di dalam kelas.

Dalam sesi tersebut, sebanyak 14 siswa kelas 12 SMA GIBS mengikuti pembelajaran Matematika selama kurang lebih 35 menit.