Presiden Donald Trump bahkan sempat menyatakan bahwa AS akan “mengelola” Venezuela selama transisi menuju pemerintahan yang ‘aman dan tepat’, pernyataan yang menuai kritik luas dari kalangan internasional sebagai bentuk intervensi langsung.
Reaksi Global dan Masa Depan Politik Venezuela
Operasi tersebut memicu reaksi beragam di arena global. Sejumlah negara anggota CARICOM menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan nasional, sementara sebagian sekutu lama Venezuela seperti Kuba dan Rusia mengutuk tindakan militer tersebut. Pemecatan Tabata menjadi bagian dari restrukturisasi keamanan yang lebih luas, menandai fase baru dalam dinamika politik dan militer Venezuela di tengah krisis yang sedang berlangsung.
Perkembangan selanjutnya dalam pemerintahan interim Rodríguez, termasuk kebijakan keamanan dan hubungan luar negeri, akan terus menjadi sorotan internasional karena berpotensi menentukan arah politik Venezuela di tengah tekanan dari AS dan aktor global lainnya.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







