KEJAM! Dokter Venezuela Dijatuhi 30 Tahun Penjara Gara-Gara Kritik Presiden Nicolas Maduro di WhatsApp
WARTABANJAR.COM, CARACAS – Dunia internasional dikejutkan oleh kabar seorang dokter asal Venezuela, Marggie Orozco (65), yang dijatuhi hukuman penjara 30 tahun hanya karena mengkritik pemerintahan Presiden Nicolas Maduro lewat pesan suara WhatsApp.
Informasi ini dipublikasikan kelompok hak asasi manusia kepada AFP pada Senin (17/11/2025), memicu reaksi keras dari berbagai organisasi pembela demokrasi.
Pengadilan Venezuela menyatakan Orozco bersalah atas dakwaan berat: pengkhianatan, hasutan kebencian, dan konspirasi—serta menjatuhkan hukuman maksimal yang diperbolehkan hukum negara tersebut.
Orozco ditangkap pada Agustus 2024 di San Juan de Colon, tak lama setelah Maduro kembali memenangkan pemilu yang dinilai penuh kecurangan. Hasil pemilu tersebut ditolak oposisi dan puluhan negara yang menilai prosesnya tidak bebas dan tidak adil.
Dalam situasi politik yang memanas itu, pemerintah melakukan penangkapan besar-besaran terhadap para pengkritik. Lebih dari 2.400 orang sempat ditahan meski sebagian kemudian dibebaskan.
Pesan suara yang dikirimkan Orozco dilaporkan oleh beberapa tokoh masyarakat lokal karena dianggap tidak loyal terhadap pemerintah. Hingga kini, pemerintah belum mengungkap isi rekaman ataupun kepada siapa pesan tersebut dikirim.
Sejak gelombang protes besar pada 2024, Maduro diketahui mendorong pendukungnya untuk melaporkan siapa pun yang dianggap sebagai “fasis,” label yang sering digunakan pemerintah untuk menyebut oposisi.
Menurut LSM Venezuela JEP, Orozco mengalami dua kali serangan jantung selama masa penahanan. Sementara Foro Penal mencatat sedikitnya masih ada 882 tahanan politik di berbagai penjara Venezuela.
Kasus ini kembali menyoroti krisis kebebasan sipil di bawah pemerintahan Maduro, memicu keprihatinan global, dan menyeret Venezuela semakin dalam isu pelanggaran HAM berat.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur muhammad