Temukan 18 Kasus di Banjarmasin, Dinkes Kalsel Pastikan “Super Flu” Tak Berbahaya dan Warga Tak Perlu Panik

WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Isu mengenai penyakit yang disebut “Super Flu” yang belakangan ramai dibicarakan masyarakat akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Kepala Dinkes Kalsel, dr. H. Diauddin, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak berbahaya dan tidak perlu menimbulkan kepanikan.

Menurut Diauddin, istilah “Super Flu” sejatinya hanyalah sebutan media untuk jenis virus flu yang terdeteksi melalui pemeriksaan kesehatan rutin. Ia menegaskan bahwa penyakit tersebut pada dasarnya adalah flu musiman dengan gejala ringan hingga sedang.

“Hingga saat ini tercatat ada 18 kasus di Kalimantan Selatan dan seluruhnya ditemukan di Kota Banjarmasin. Yang perlu digarisbawahi, ini sebenarnya flu musiman biasa saja, jadi tidak perlu dihebohkan,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Diauddin menjelaskan, temuan kasus tersebut justru menunjukkan bahwa sistem surveilans kesehatan di Kalimantan Selatan berjalan optimal. Dengan pemantauan yang baik, potensi penyakit menular dapat dideteksi lebih dini.

“Ini membuktikan surveilans kita berjalan dengan baik. Kalau memang ada penyakit yang berpotensi membahayakan, kita bisa cepat mengetahui dan menanganinya,” jelasnya.

Ia memastikan, flu yang disebut “Super Flu” ini tidak mengancam jiwa. Meski demikian, pada beberapa kasus, masa pemulihan bisa berlangsung sedikit lebih lama dibandingkan flu biasa.