WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Banjir di Kabupaten Banjar terus menjadi perhatian serius. Pemerintah melalui BPBD Banjar gencar memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi, mulai dari makanan siap saji, logistik, hingga air bersih, dengan operasi dapur umum yang masih aktif di beberapa titik strategis.

Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Warsis Nugraha, menyebutkan saat ini ada tiga dapur umum yang beroperasi, yaitu di Kecamatan Sungai Tabuk bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi, di Kecamatan Martapura Barat, serta di Kantor Dinas Sosial Kantor II yang melayani wilayah Martapura dan sekitarnya.

“Dapur besar di Sungai Tabuk mampu memproduksi 5.000–6.000 nasi bungkus per hari untuk masyarakat terdampak,” kata Warsis, Selasa (6/1/2026).

Selain makanan siap saji, BPBD Banjar juga menyalurkan paket sembako berisi beras, gula, mi instan, dan ikan kaleng. Penyaluran bantuan dilakukan setiap hari secara sinergis bersama Bupati Banjar dan seluruh SKPD terkait.

Jika debit air dan luapan banjir meningkat, Warsis menegaskan pihaknya siap membuka dapur umum tambahan di kecamatan atau desa terdampak. “Kami bisa mendorong suplai logistik berupa bahan mentah atau makanan siap saji. Penyaluran disesuaikan jarak agar tidak basi,” ujarnya.

Untuk kebutuhan air bersih, BPBD Banjar telah menyalurkan tandon air dan tangki air khususnya di Kecamatan Martapura Barat. Seluruh permintaan air bersih pada hari ini dikonfirmasi telah terpenuhi.

“Alhamdulillah, permintaan air bersih hari ini sudah ter-cover,” kata Warsis.

BPBD menekankan pentingnya koordinasi berjenjang agar bantuan tepat sasaran. Masyarakat yang belum menerima bantuan diminta berkoordinasi melalui desa dan kecamatan.

“Kami verifikasi setiap hari untuk menghindari overlapping. Jangan sampai ada penumpukan di satu titik, sementara di wilayah lain kosong,” tegasnya.

Selain penanganan darurat, BPBD Banjar juga menyiapkan mitigasi jangka menengah dan panjang, mulai dari edukasi kesiapsiagaan warga hingga koordinasi lintas daerah.