Mbaye menjadi salah satu pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Afrika, dengan Mane kembali berperan sebagai pemberi assist.
Di laga lain, Mali melaju ke perempatfinal usai mengalahkan Tunisia 3-2 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu di Casablanca.
Mali harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-26 setelah kehilangan Woyo Coulibaly yang diganjar kartu merah setelah menginjak pergelangan kaki Hannibal Mejbri. Sejak saat itu, Mali lebih banyak bertahan dan menunggu peluang.
Tunisia baru memecah kebuntuan pada menit ke-88 melalui Firas Chaouat yang menyundul bola kiriman Elias Saad. Namun kemenangan di depan mata buyar setelah Mali mendapat hadiah penalti di masa injury time akibat handball Yassine Meriah.
Lassine Sinayoko sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-97 untuk memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Tunisia sempat kembali mencetak gol di extra time, tetapi dianulir karena offside. Laga pun ditentukan lewat adu penalti, di mana kiper Mali Djigui Diarra tampil sebagai pahlawan dengan dua penyelamatan krusial untuk memastikan kemenangan 3-2.
Menariknya, Mali melaju ke perempat final tanpa satu pun kemenangan di waktu normal sepanjang turnamen. Mereka sebelumnya hanya meraih hasil imbang di fase grup dan kembali bermain seri saat menghadapi Tunisia.
Hasil ini mempertemukan Senegal dan Mali di babak perempatfinal. Duel dua wakil Afrika Barat tersebut akan digelar di Tangier pada Jumat mendatang (9/1), setelah Senegal lebih dulu menyingkirkan Sudan.







