Sempat Tak Tersentuh, Korban Banjir Bandang di Desa Langkap Mulai Terima Bantuan
WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Desa Langkap, salah satu desa terdampak banjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, akhirnya mulai menerima bantuan setelah sebelumnya belum tersentuh pascabanjir.
Berdasarkan pantauan langsung Wartabanjar.com, pada hari-hari awal pascabanjir, Desa Langkap sama sekali belum menerima bantuan.
Kondisi tersebut baru berubah beberapa hari kemudian, ketika bantuan mulai berdatangan secara bertahap dari berbagai pihak, pada Senin (29/12/2025).
Baca Juga Balangan dan Kotabaru Digoyang Gempa Magnitudo 2,7 dan 3,1
Desa Langkap memiliki wilayah anak desa bernama Desa Raranum, tepatnya berada di RT 03. Kampung kecil ini dihuni sekitar 15 kepala keluarga dan menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang.
Akses utama menuju kampung tersebut sempat terputus total akibat jembatan penghubung yang hancur diterjang banjir. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur warga untuk beraktivitas, termasuk mengangkut hasil panen dan kebutuhan sehari-hari.
Pascakejadian, warga setempat bergotong-royong membuat perbaikan darurat agar akses tetap bisa dilalui.
Wartabanjar.com kembali mendatangi lokasi pada Jumat (2/1/2026). Di lapangan terlihat jelas bekas terjangan banjir, di mana sebagian jalan yang sudah masuk kawasan kampung berubah menyerupai aliran sungai.
Selain itu, banyak pepohonan tumbang di dalam kampung, akibat kuatnya arus banjir bandang.
Tidak hanya itu, terdapat satu rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian dapur yang rusak berat. Rumah tersebut diketahui milik seorang warga bernama Fadli.
Fadli menuturkan, saat banjir melanda dirinya masih dalam kondisi tertidur. Ia sempat mendengar suara ketukan pintu, namun ketika dibuka, air justru langsung masuk ke dalam rumah.
“Air mulai kira-kira pukul lima pagi, waktu itu saya masih tidur. Sepeda motor masih berada di luar rumah dan sudah hampir tenggelam,” ujar Fadli.
Melihat kondisi air yang terus naik, Fadli segera menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan sebelum rumahnya terendam lebih parah.
Seiring berjalannya waktu, bantuan mulai berdatangan ke Desa Langkap dari berbagai pihak.