Strategi "Borong Lapak" Acil Waluh: Geliat Ekonomi Lokal di Tengah Euforia Wisata Batakan Baru
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Membludaknya kunjungan wisatawan ke Pantai Batakan Baru selama libur Nataru tidak sekadar menjadi ajang rekreasi, tetapi juga menjadi ladang perputaran ekonomi bagi pengusaha kecil.
Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Acil Waluh, penggerak UMKM lokal yang secara agresif mengoperasikan tiga titik penjualan sekaligus demi menjemput momentum lonjakan pengunjung.
Langkah ekspansif ini merupakan bagian dari Festival Kuliner UMKM KK TALA yang berlangsung sejak 28 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Penempatan stand di jalur strategis menuju dermaga utama menjadi taktik jitu untuk menarik minat wisatawan yang tengah menikmati berbagai fasilitas pantai, mulai dari wahana ATV hingga banana boat.
Acil Waluh, yang bertindak sebagai pendiri sekaligus koordinator lapangan, menegaskan bahwa kehadiran tiga stand miliknya bukan sekadar urusan mencari untung pribadi, melainkan simbol pergerakan kolektif UMKM Tanah Laut.
“Alhamdulillah, momentum libur Nataru ini kami manfaatkan bersama-sama. Kami membuka tiga stand sampai hari Minggu karena pengunjung cukup ramai, terutama di jalur utama menuju dermaga Pantai Batakan Baru,” ujar Acil Waluh, Jumat (2/1/2026).
BACA JUGA: RAMADAN 1447 H! Muhammadiyah Tetapkan Puasa 18 Februari 2026, Pemerintah Masih Tunggu Sidang Isbat
Keberpihakan pada sumber daya lokal menjadi nilai jual utama dalam festival ini.
Alih-alih mengandalkan bahan baku industri besar, para pelaku usaha sepakat untuk memberdayakan potensi alam dan tenaga kerja dari daerah sendiri.
“Kami ingin UMKM lokal bisa maju bersama. Bahan baku kami ambil dari nelayan lokal, pengolahan juga oleh UMKM Tanah Laut. Menu andalan kami tetap Baby Crab Rajungan, sesuai dengan konsep pemberdayaan ekonomi daerah,” tambahnya.
Menu Baby Crab Rajungan kini menjadi ikon kolaborasi antara sektor perikanan dan pariwisata di Tanah Laut.
Inisiatif ini selaras dengan visi pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui sinergi lintas sektor.
Melalui festival ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota, tetapi juga menyentuh masyarakat pesisir sesuai dengan semangat daerah, “Bagawi Sabarataan Tanah Laut Simpun Bakamajuan.” (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: Yayu