WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Musisi Melanie Subono turut prihatin terhadap kondisi bencana alam, khususnya banjir bandang yang belum lama ini terjadi di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

Banjir bandang yang melanda sejumlah kawasan tersebut segera viral menjadi isu nasional setelah terjadi pada Sabtu (27/12/2025) pagi.

Air Sungai Balangan dilaporkan meluap disertai hujan juga, dalam beberapa jam langsung merendam banyak desa di Kecamatan Tebing Tinggi, Awayan dan Halong dengan ketinggian bervariasi, terparah hingga atap rumah.

Melanie Subono di Instagram pribadinya pada Minggu (28/12/2025) mengunggah rekaman video terkait kondisi hutan Kalimantan Selatan yang diunggah pembuatnya, @info.satui sekitar 27 hari sebelum banjir bandang Balangan.

Ia turut menyatakan keprihatinannya terkait kondisi ini.

Dalam takarir unggahannya itu, ia tampak khawatir Kalimantan akan menyusul Sumatera.

“27 hari setelah video ini, kejadian. Menyusul Sumatera,” katanya.

Ia juga menyindir para penguasa dan pengusaha tambang kaya yang kerap diisukan miring karena kedekatan mereka dengan sekelompok orang terkait kabar perselingkuhan.

BACA JUGA: PECAHKAN REKOR! Haul ke 21 Abah Guru Sekumpul Membludak, Kapolres Banjar: "Nyaris 5 Juta Jemaah"

Anw, disana bukannya banyak orang kaya yang ngetop dan gaul ama anu anu ya? Kira2 buzzer2 akan jalan kesini atau di “tenggelam” kan dengan Berita Selingkuh ?” sindirnya.

Hmmmmm si orang2 kaya itu Kebanjiran kah? Atau dah sampe singapur ato mana gt ama private plane nya ? Yawes lah,” sambungnya.

Postingannya didukung banyak warganet yang makin gerah dengan berbagai kerusakan alam di Indonesia dan kekuasaan kaum tertentu yang merusak alam demi uang.

“Azab utk NKRI krn kelakuan PEJABAT BIADAB,” ujar ist***.

“Setelah itu Kalteng..😢😢 dah ga kaget 15 tahun terakhir akibat ketamakan manusia hutan kami digunduli dengan dalih ekonomi. Dikampungku luasan sawit pribadi ada yg lebih dari 1 hektar 😢😢.. apalgi kawasan hulu,” ujar ric***.

“sila ke 5, pemerataan bencana bagi seluruh rakyat Indonesia,” sebut bac***.

“Gak usah nanya BMKG udah bisa diprediksi,” komentar lou***.