Broos menegaskan tidak akan menerapkan pendekatan khusus untuk meredam Salah atau Marmoush.
Pelatih asal Belgia itu lebih menekankan kekuatan kolektif timnya dibandingkan fokus kepada individu lawan.
Pertemuan terakhir kedua tim dalam Piala Afrika terjadi pada 2019 ketika Afrika Selatan secara mengejutkan menyingkirkan tuan rumah Mesir 1-0 dalam babak 16 besar.
“Kami harus membuat Mesir berada dalam situasi sulit, dan itu hanya bisa dilakukan bila kami memainkan kualitas kami sendiri serta menggunakan para pemain yang biasa kami andalkan,” tambah Broos, yang sebelumnya sukses membawa Kamerun menjuarai Piala Afrika 2017 setelah mengalahkan Mesir pada final.
Laga Mesir melawan Afrika Selatan menjadi penentu persaingan di Grup B, mengingat kedua tim sama-sama mengawali turnamen dengan kemenangan. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







