UPDATE Mayat di Depan STIHSA Banjarmasin, ULM Sampaikan Duka Atas Meninggalnya Mahasiswi Cantik Zahra Dilla
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Misteri penemuan jasad perempuan muda di halaman Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam (STIHSA), Banjarmasin, perlahan mulai menemui titik terang. Korban dipastikan bernama Zahra Dilla (20), mahasiswi berparas cantik kuliah di Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Rektor dan seluruh sivitas akademika ULM secara resmi menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Zahra Dilla.
Turut Berduka Cita
Atas wafatnya
ZAHRA DILLA
Mahasiswa S1 Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM
2005–2025
Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa‘fu ‘anha, wa akrim nuzulaha.
Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, lindungilah, dan muliakanlah tempatnya.
Identitas korban dipastikan setelah kedua orang tua Zahra mendatangi ruang jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 15.30 Wita. Keduanya memastikan jasad tersebut adalah putri sulung dari tiga bersaudara, asal Desa Lok Tamu, Kabupaten Banjar.
Sebelumnya, warga Kota Banjarmasin digegerkan oleh penemuan jasad perempuan di dalam gorong-gorong halaman kampus STIHSA, Jalan Pangeran Hidayatullah, Rabu pagi sekitar pukul 07.30 Wita. Korban ditemukan dalam kondisi tidak mengenakan busana lengkap, tubuh berada di selokan berisi air, sementara kedua kaki tampak menyembul ke permukaan.
Jasad pertama kali ditemukan oleh Rahmat, warga yang hendak mengambil air untuk mencuci peralatan kerja. Saat membuka penutup selokan, ia awalnya mengira benda tersebut adalah boneka. Namun setelah didekati, ia terkejut karena ternyata jasad seorang perempuan. Penemuan itu segera dilaporkan ke warga sekitar dan pihak kepolisian.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan mengevakuasi jasad korban ke kamar jenazah RSUD Ulin untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kerabat korban, Badriansyah (34), mengungkapkan bahwa sebelum kejadian Zahra sempat pulang ke rumah karena libur kuliah. Pada Selasa malam, usai Salat Isya, korban berpamitan kembali ke indekosnya di Banjarmasin. Sekitar pukul 22.00 Wita, Zahra masih sempat mengabari keluarga bahwa dirinya telah tiba dengan selamat. Namun setelah itu, komunikasi terputus.