WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Jemaah sudah memadati area belakang kubah Mushola Ar Raudhah di Sekumpul, Martapura jelang momen 5 Rajab, Minggu (21/12).

Kepadatan jemaah bahkan membuat area Jalan menuju belakang kubah dipenuhi lautan manusia, meski momen 5 Rajab masih menghitung hari.

Sebelumnya jemaah asal luar pulau Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah menuju Sekumpul, Martapura, pada Sabtu (20/12).

Baca Juga Diduga Tabrakan di Jalan Gunung Aap Kotabaru, Pengemudi Mobil Boks Tewas

Sebanyak enam bus berangkat dari Tambilahan, Provinsi Riau menuju Sekumpul.

Perjalanan yang menempuh berhari-hari ini tak mengurungkan niat ratusan jemaah untuk hadir di momen 5 Rajab.

Pemerintah Provinsi Kalsel telah menyepakati rekayasa lalu lintas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin yang digelar di gedung Idham Chalid, Kamis (18/12/2025).

Salah satu keputusan utama adalah pembatasan operasional kendaraan bertonase besar pada H-2 hingga H+2 pelaksanaan kegiatan.

Kendaraan berat seperti truk roda enam dan pengangkut alat berat diminta tidak melintasi jalur utama menuju Martapura.

Arus kendaraan besar akan dialihkan melalui jalur Margasari-Marabahan-Banjarmasin guna mengurangi kepadatan serta meminimalisir potensi kecelakaan di jalur jamaah.

"Pembatasan ini semata-mata untuk menjaga keselamatan jamaah dan memastikan arus lalu lintas tetap lancar,” ujar H Muhidin.

Dalam rapat tersebut, Gubernur juga menegaskan penamaan kegiatan sebagai Momen 5 Rajab, bukan haul, yang disepakati sebagai agenda rutin tahunan.

Sejalan dengan itu, masyarakat diimbau tidak memasang baliho, spanduk, maupun atribut kegiatan atas nama pribadi atau organisasi selama pelaksanaan berlangsung.

"Kami sepakat tidak menggunakan istilah haul. Setelah Momen 5 Rajab selesai, silakan masyarakat melaksanakan kegiatan masing-masing secara pribadi," tegasnya. (Wartabanjar.com/atoe)

Editor Restu