Guncang Dunia Investasi! Danantara Akuisisi Novotel Mekkah, Indonesia Kini Punya Hotel Sendiri di Tanah Suci
WARTABANJAR.COM – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mencetak tonggak bersejarah dalam lanskap investasi global Indonesia. Untuk pertama kalinya, sovereign wealth fund Indonesia resmi mengambil alih hotel bintang empat di Kota Mekkah, Arab Saudi.
Di bawah komando Ketua Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, lembaga ini mengakuisisi Novotel Makkah Thakher City, sebuah properti strategis yang disiapkan sebagai pusat layanan akomodasi bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
Langkah berani ini disebut sebagai bagian dari strategi diplomasi hospitalitas, yang bertujuan memperkuat kemandirian layanan jemaah sekaligus mengamankan nilai ekonomi yang selama ini mengalir ke operator asing.
Rosan menegaskan, akuisisi tersebut selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di Tanah Suci. Selama puluhan tahun, Indonesia dikenal sebagai pengirim jemaah haji dan umrah terbesar di dunia, namun belum memiliki kendali langsung atas sektor akomodasi.
“Danantara hadir untuk memastikan aset negara bekerja secara produktif. Dengan memiliki hotel sendiri di Mekkah, Indonesia tidak lagi hanya menyewa, tetapi menjadi pemilik. Ini kunci untuk menekan biaya jangka panjang sekaligus menjamin kualitas layanan bagi jemaah,” ujar Rosan, dikutip Jumat (19/12/2025).
Aset Strategis Bernilai Triliunan Rupiah
Akuisisi Novotel Makkah Thakher City melibatkan aset berskala besar di kawasan pengembangan premium Arab Saudi. Properti ini berlokasi sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, menjadikannya sangat ideal untuk kebutuhan jemaah.
Hotel tersebut memiliki 1.461 kamar dengan luas lahan pengembangan mencapai 4,4 hektar. Ke depan, kawasan ini berpotensi dikembangkan menjadi kompleks terpadu hingga 5.000 kamar, lengkap dengan fasilitas pendukung bagi jemaah Indonesia.
Meski nilai transaksi tidak dipublikasikan karena perjanjian bisnis, para analis memperkirakan nilai akuisisi properti di kawasan penyangga Masjidil Haram ini mencapai triliunan rupiah. Proses pengambilalihan dilakukan melalui kemitraan strategis dengan pengembang lokal Arab Saudi yang memahami regulasi setempat.
Alasan Memilih Novotel Mekkah