Debit Air Meningkat, BPBD Balangan Perketat Kewaspadaan di Batumandi dan Bendung Pitap
WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Peningkatan debit air kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Balangan. Hasil pemantauan Tinggi Muka Air (TMA) oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin pada Senin (15/12/2025) pagi menunjukkan dua titik pantauan berada pada level siaga.
Bendungan Pitap menjadi salah satu lokasi yang masuk status siaga dengan ketinggian air tercatat 9,4 meter. Kondisi tersebut mengindikasikan meningkatnya aliran air dari wilayah hulu yang berpotensi berdampak ke daerah hilir apabila curah hujan kembali tinggi.
Situasi serupa juga terjadi di Sungai Balangan, Kecamatan Batumandi. Di titik ini, TMA mencapai 5,1 meter dan telah melampaui ambang batas normal 2,9 meter.
Baca Juga Akun Instagram Diduga Gengster Banjarmasin yang Siarkan Tawuran Miliki 4.295 Pengikut
Warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan luapan air.
Sementara itu, pantauan di Sungai Balangan wilayah Kecamatan Lampihong menunjukkan ketinggian air 3,3 meter dengan status waspada.
Angka tersebut masih berada di bawah batas jagaan 5 meter, namun tetap memerlukan pemantauan berkala mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi, menyampaikan bahwa perubahan tinggi muka air dapat berlangsung cepat, terutama jika hujan deras terjadi di kawasan hulu sungai. Oleh karena itu, informasi TMA menjadi indikator penting dalam upaya kesiapsiagaan bencana.
“Status siaga berarti kita semua harus bersiap. Masyarakat di daerah rawan kami minta tidak lengah dan segera melaporkan jika melihat kenaikan air yang tidak wajar,” katanya.
BPBD Balangan bersama pemerintah desa dan relawan terus memperkuat koordinasi lapangan, khususnya di wilayah Batumandi dan sekitar Bendungan Pitap. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di sekitar sungai saat hujan, memantau informasi resmi, serta menyiapkan langkah evakuasi apabila kondisi memburuk.
Upaya antisipasi ini diharapkan mampu menekan risiko bencana banjir dan dampak hidrometeorologi lainnya di tengah musim hujan yang masih berlangsung.
(Wartabanjar.com/Alfi)
Editor Restu