WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kekacauan terjadi di SDN 01 Pagi Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025) pagi, ketika sebuah mobil berstiker Badan Gizi Nasional (BGN) tiba-tiba menerobos gerbang sekolah dan menabrak puluhan siswa yang tengah mengikuti kegiatan literasi di lapangan.

Sedikitnya 21 orang menjadi korban, terdiri dari 20 siswa kelas 1–4 dan seorang guru. Seluruh korban kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Berikut 5 fakta penting di balik insiden menggemparkan ini:

  1. Mobil Mendadak Terobos Gerbang saat Siswa Sedang Duduk di Lapangan

Wakil Kepala Sekolah, Turah, menjelaskan bahwa insiden terjadi seketika tanpa tanda-tanda mencurigakan.
Mobil tersebut menabrak gerbang yang tertutup, lalu membelok ke kiri dan langsung melaju ke arah para siswa yang sedang duduk mengikuti kegiatan literasi.

“Mobil masuk, menabrak gerbang, banting kiri, langsung menabrak anak-anak dan guru,” ujar Turah.

Ia menyebut mobil tidak melaju kencang, namun benturan cukup kuat hingga membuat puluhan siswa terkapar.

  1. Diduga Kuat Akibat Kelalaian Pengemudi

Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya, mengungkapkan dugaan awal bahwa kecelakaan disebabkan kelalaian sopir.

“Ini sangat mungkin terjadi karena kelalaian. Kita tunggu hasil penyidikan lengkapnya,” katanya.

Satlantas Polres Jakarta Utara kini mendalami faktor pengemudi serta kondisi kendaraan untuk mengetahui penyebab pasti.

  1. Pengemudi Ternyata Sopir Baru

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengonfirmasi bahwa mobil BGN tersebut dikemudikan sopir baru.
Mobil itu memang rutin mengantar makanan ke sekolah, namun kali ini pengemudi bukan orang yang biasa bertugas.

“Mobil ini setiap hari datang, tapi sopirnya diganti,” ungkap Pramono.

  1. 21 Korban Dirawat di Dua Rumah Sakit

Tidak ada korban jiwa, namun 21 korban luka kini menjalani perawatan di dua fasilitas kesehatan:

RSUD Koja: 5 pasien

RSUD Cilincing: 16 pasien

Pramono memastikan penanganan medis dilakukan maksimal, termasuk tindakan bedah apabila diperlukan.

“Saya sudah minta rumah sakit memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.

  1. Pemprov Jakarta Tanggung Seluruh Biaya Perawatan

Untuk meringankan beban para keluarga korban, Pemprov Jakarta memastikan seluruh biaya perawatan ditanggung penuh, termasuk jika pasien membutuhkan tindakan operasi.