Ternyata Ada 2.121 Desa di Tanah Air Belum Tersentuh Internet, Komdigi: SATRIA-1 Dipasang di Banjarmasin
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut masih ada 2.121 desa di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang belum teraliri internet sama sekali. Kondisi ini membuat ribuan desa tersebut masih terisolasi dari akses komunikasi digital.
“Ada sekitar 2.121 desa yang masih blankspot, artinya cakupan seluler 4G masih 0 persen,” ungkap Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Komdigi, Fadhilah Mathar, saat berada di Stasiun Bumi Satelit SATRIA-1, Cikarang, Rabu (10/12/2025).
Komdigi memastikan terus memaksimalkan pembangunan internet hingga pelosok, namun pemilihan teknologinya akan disesuaikan kondisi tiap desa, termasuk jumlah penduduk dan sebarannya.
Menurut Fadhilah, survei dilakukan menggunakan analisis desktop dan pantauan satelit. Ia menegaskan, tak semua desa memiliki permukiman aktif sehingga strategi pemilihan teknologi akan berbeda.
“Jika jumlah penduduknya sedikit dan terkonsentrasi pada satu titik, tidak harus memakai seluler. Bisa saja menggunakan super wifi selama masih mampu melayani warga,” jelasnya.
Hingga 7 Desember 2025, proyek Satelit Multifungsi Pemerintah SATRIA-1 telah menghubungkan 30.017 titik layanan publik, termasuk sekolah, puskesmas, fasilitas pemerintah, hingga titik pertahanan–keamanan dengan kecepatan hingga 10 Mbps per lokasi.
Untuk mendukung konektivitas, infrastruktur SATRIA-1 diperkuat 11 gateway yang tersebar mulai Batam, Pontianak, Banjarmasin, Cikarang, Manado, Ambon, Kupang, Manokwari, Timika, Jayapura hingga Tarakan.
SATRIA-1 sendiri merupakan proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan kapasitas 150 Gbps dan menyasar wilayah 3T serta lokasi prioritas layanan publik.
Dengan investasi sekitar Rp6,42 triliun melalui skema Build-Operate Transfer (BOT), proyek ini dijalankan PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) sebagai Badan Usaha Pelaksana dan Komdigi selaku penanggung jawab proyek.
Penjaminan proyek diberikan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) sebagai bagian penting dukungan pembiayaan dan kelancaran KPBU SATRIA-1.
“Lewat dukungan penjaminan yang kami berikan, kami berharap manfaatnya bisa dirasakan maksimal oleh seluruh pemangku kepentingan,” ujar Plt Direktur Utama PT PII, Andre Permana.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad