Capaian Imunisasi Optimal, Banjarbaru Raih Penghargaan dari Kemenkes RI

“Ke depan pemerintah akan terus meningkatkan kinerja agar kualitas kesehatan masyarakat semakin terjamin,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, dr Juhai Tri Agustina, menjelaskan imunisasi menjadi instrumen penting dalam mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

“Hingga akhir 2024 masih ada 973.378 anak yang berstatus zero dose dan lebih dari 746 ribu anak belum lengkap imunisasinya. Ini meningkatkan risiko PD3I. Banjarbaru berupaya mengatasi hal itu lewat pelayanan yang lebih agresif dan merata,” jelasnya.

dr. Juhai menambahkan, program PENARI yang ditetapkan melalui KMK No. HK.01.07/MENKES/1056/2024 menjadi strategi nasional untuk mengejar ketertinggalan imunisasi.

Program ini digelar tiga kali setahun: saat Pekan Imunisasi Dunia, peringatan Hari Kemerdekaan RI, dan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN).

“Melalui program ini, Banjarbaru terus mendorong cakupan imunisasi yang tinggi, merata, dan berkualitas,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor Restu