Ia menambahkan, panjang penanganan yang dilakukan mencapai sekitar dua kilometer pada sisi jalan yang mengalami kerusakan terparah. Tahapan perbaikan ini juga telah disampaikan pihaknya melalui media sosial sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.
Robby turut mengungkapkan bahwa salah satu kendala lapangan yang sering dihadapi adalah aktivitas parkir kendaraan besar, terutama truk pengangkut barang, yang kerap mengambil badan jalan. Kondisi tersebut mempersempit ruang pergerakan kendaraan lain, sehingga memperparah potensi kerusakan jalan dan mengganggu kelancaran pekerjaan perbaikan.
“Ini menjadi dilema bagi kami. Parkir kendaraan yang mengambil badan jalan dan aktivitas bongkar muat membuat jalur menjadi sempit. Hal ini menjadi catatan penting dalam pelaksanaan perbaikan di wilayah tersebut,” jelasnya.
Meski begitu, Dinas PUPR Kalsel memastikan penanganan terus dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Pemerintah Provinsi Kalsel juga mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintas di jalur tersebut hingga seluruh proses perbaikan selesai dilaksanakan. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu







