“Tujuan akhirnya adalah memastikan setiap anak di Kabupaten Banjar memperoleh kesempatan yang sama untuk bersekolah,” tambah Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Saidi turut berpesan agar para guru terus mengembangkan kompetensi tanpa meninggalkan nilai karakter, budaya, dan etika pendidikan.
“Pemanfaatan teknologi perlu dilakukan secara proporsional demi mendukung proses belajar yang lebih efektif,” imbaunya.
Rangkaian acara juga diramaikan dengan pengukuhan Hj Nurgita Tiyas sebagai Ibunda Guru Kabupaten Banjar oleh Ketua PGRI Banjar, Zainal Arifin.
Pengukuhan tersebut disebut sebagai langkah memperkuat jejaring dan solidaritas antara organisasi guru dan pemerintah daerah.
“Keberadaan Ibunda Guru menjadi sumber energi positif bagi seluruh pendidik. Ini bukan sekadar predikat, tetapi simbol pendampingan dan perhatian terhadap para guru agar mereka dapat menjalankan tugas mulia dengan hati yang lapang,” ringkas Zainal. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu







