“Kalau sungai lagi penuh, mau dipompa sekuat apa pun airnya tetap balik lagi,” tambahnya.
Menurutnya, masalah sebenarnya terletak pada struktur drainase yang tidak lagi seimbang dengan perkembangan lingkungan sekitar.
“Saluran air terlalu dangkal, ditambah sedimentasi lumpur yang tidak pernah dikeruk secara rutin,” paparnya.
Ia menyayangkan kondisi ini dibiarkan bertahun-tahun tanpa perbaikan serius. Warga hanya bisa melakukan penanganan darurat agar air tidak semakin meluas.
“Berharap pemerintah kota segera turun tangan melakukan normalisasi sungai dan peninggian atau pendalaman saluran drainase agar kawasan tersebut tidak terus menjadi titik langganan genangan,” tutupnya. (Wartabanjar.com/Ramadan)
Editor Restu







