WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin belum lama ini mengeluarkan peringatan terkait masa libur sekolah.

Peringatan tersebut berupa waspada terhadap aksi pencurian yang bisa saja terjadi di sekolah karena kosong selama masa libur.

Peringatan itu disampaikan usai aksi pencurian di SMPN 26 Banjarmasin belum lama tadi, menjadi alarm keras bagi seluruh sekolah di Kota Seribu Sungai.

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin kemudian menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait peningkatan pengamanan selama libur sekolah.

Dalam SE itu, Disdik menegaskan perlunya sekolah memperkuat sistem pengawasan, mulai dari pemasangan CCTV hingga penyediaan tenaga penjaga sekolah.

Seluruh langkah, kata Disdik, harus segera ditindaklanjuti agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menegaskan bahwa penguatan keamanan pada dasarnya menjadi tanggung jawab masing-masing sekolah dengan memanfaatkan Dana BOS.

“Kalau masih bisa ditangani sekolah, silakan ditangani, tetapi kalau di luar kemampuan sekolah, bisa koordinasikan dengan Dinas Pendidikan,” kata Ryan, Jumat (5/12/2025).

Namun rencana pemasangan CCTV di seluruh sekolah, lanjutnya, masih membutuhkan pembahasan lanjutan karena jumlah sekolah di Banjarmasin cukup banyak.

BACA JUGA: Gempa Tanah Laut Getarkan Banjarbaru Hingga Banjarmasin, Begini Hasil Analisa BMKG

Setiap ruang pun membutuhkan kamera lebih dari satu, sehingga kebutuhan anggaran dipastikan membengkak.

Diketahui, kasus pembobolan di SMPN 26 sendiri terjadi pada Rabu (26/11/2025) malam, baru terungkap keesokan harinya ketika para guru menemukan kondisi ruang kantor yang sudah berantakan.

Kepala SMPN 26 Banjarmasin, Muhdar, mengungkapkan bahwa beberapa barang berharga hilang, di antaranya 1 unit handphone milik pribadi guru, 2 unit laptop, 1 milik pribadi guru dan 1 aset sekolah serta uang kas kelas Rp200.000.

Tidak hanya kantor guru, komplotan pencuri itu juga menyasar kantin sekolah.

Gembok empat kantin ditemukan rusak, dan uang hasil penjualan harian raib.

“Perkiraan kehilangan mencapai Rp1 juta. Total kerugian sarana sekolah hingga uang tunai milik ibu-ibu kantin yang dicuri mencapai puluhan juta rupiah,” ujar Muhdar. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu