Bulog Kanwil Sumut Belum Ketahui Kerugian Akibat Penjarahan

Sebelum kejadian, Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Sibolga sudah berkoordinasi dengan Polres Sibolga dan Kodim Tapanuli Tengah untuk pengamanan fasilitas gudang.

Personel Polsek dan Koramil sempat berada di kompleks Gudang Sarudik, namun fokus aparat saat itu lebih diarahkan pada penanganan korban dan respons cepat pasca bencana.

Melihat eskalasi situasi yang meningkat, Bulog Sibolga sempat meminta tambahan personel. Namun, sebelum bantuan keamanan tiba, massa sudah berkumpul dan menyerbu gudang secara tiba-tiba.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memulihkan distribusi bantuan serta menenangkan situasi.

“Kami memahami bahwa masyarakat sedang berada dalam situasi darurat akibat bencana banjir yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya akses pangan,” ujar Budi.

Saat ini, Bulog Sumut bersama Bulog Sibolga masih menghitung jumlah beras dan minyak goreng yang diambil massa. Proses pendataan berlangsung lambat karena jaringan komunikasi di wilayah terdampak masih terganggu.

“Perhitungan jumlah beras dan minyak goreng yang diambil dari Gudang Sarudik masih dalam proses pendataan. Kami meminta dukungan semua pihak agar penanganan pasca kejadian ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran demi kepentingan masyarakat yang terdampak,” kata Budi. (Wartabanjar.com/inilah.com)

Editor Restu