• Memperluas akses layanan keuangan formal bagi masyarakat yang tinggal jauh dari kantor bank melalui konsep branchless banking, sehingga masyarakat dapat terhindar dari layanan keuangan ilegal.
  • Menghemat biaya dan waktu, karena transaksi bisa dilakukan di agen terdekat tanpa harus ke bank.
  • Membantu masyarakat yang belum memiliki rekening agar bisa mulai menabung dan mengenal layanan perbankan.
  • Mendukung inklusi keuangan nasional, sejalan dengan program pemerintah melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).
  • Memudahkan transaksi harian rekening dasar, seperti pembukaan rekening, setor tunai, tarik tunai, hingga pembayaran dan pembelian.
  • Meningkatkan kemandirian finansial masyarakat di desa/kelurahan.
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, karena agen biasanya merupakan pelaku UMKM yang ikut memperoleh pendapatan tambahan, sehingga membuka peluang ekonomi yang lebih baik.

“Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan taraf hidup, aktivitas ekonomi lokal, dan penguatan kemandirian finansial masyarakat,” ungkapnya.

BACA JUGA: BREAKING NEWS! SMPN 26 Banjarmasin Dibobol Maling Malam Hari, Laptop, HP Hingga Uang Kantin Raib

Komitmen Berkelanjutan Bank Kalsel

Bank Kalsel menegaskan bahwa pencapaian 702 agen aktif bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang dalam memperluas kehadiran layanan keuangan di seluruh Kalimantan Selatan.

“Bank Kalsel akan terus memperluas jaringan agen, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami manfaat layanan keuangan formal. Harapan kami, langkah ini membantu masyarakat tumbuh secara ekonomi dan mendorong daerah menjadi lebih produktif,” tambah Fauzi.

Dengan semangat “Setia Melayani, Melaju Bersama,” Bank Kalsel berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam memperkuat inklusi keuangan dan memberikan layanan yang semakin dekat dengan masyarakat di Kalimantan Selatan. (wartabanjar.com/rls)

Editor: Yayu