Jepang Diam-Diam Uji Senjata Siluman Baru untuk Hadang Manuver China di Pasifik
Kawanan Rudal “Pintar”: Serangan Sistem Kawanan
Salah satu strategi yang diuji adalah serangan kawanan rudal cerdas. Ini mencakup:
Rudal pengintai: memaksa kapal induk menghabiskan amunisi dan mengirim data posisi akurat ke kawanan utama.
Rudal pengacau/umpan: mem-blind radar lewat peperangan elektronik.
Rudal berdaya ledak tinggi: diarahkan ke titik vital seperti anjungan dan ruang mesin.
Semua rudal ini dirancang semi otonom, tetap mampu beroperasi meski terjadi gangguan elektronik ekstrem.
Menguatkan Aliansi AS–Jepang
Uji coba ini juga melengkapi postur militer AS di wilayah Jepang. Dengan keberadaan Tomahawk berjangkauan 2.000 km dan sistem peluncur Typhon, rudal siluman Jepang menjadi lapisan tambahan yang memperkuat kombinasi daya tembak aliansi.
Dalam skenario terburuk—misalnya terjadi invasi ke Taiwan—Jepang berpotensi memberikan dukungan tidak langsung berupa:
intelijen real-time,
data penargetan musuh,
dan kemampuan menyerang pasukan China yang melintas di Selat Miyako.
Langkah Jepang ini menandai peningkatan signifikan dalam upaya menghadang ekspansi maritim China di kawasan Indo-Pasifik.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur muhammad